Senin, 04 November 2013

Makna tertinggi dari "IKHLAS dan PASRAH"

Sekali kali gue mau nulis tema yang relijius biar ngga disangka bejat bejat amat. temanya adalah:  "Ikhlas dan Pasrah".

ikhlas & pasrah adalah 2 konsep buatan manusia dan dijadikan sebagai ajaran agama. semua pemeluk agama ditekankan untuk selalu mengaplikasikan "ikhlas & pasrah" dalam hidupnya. apakah ikhlas dan pasrah itu???
 
Ikhlas adalah memutuskan rantai kemelekatan dengan masa lalu. 

pasrah adalah memutuskan rantai kemelekatan dengan masa depan.

 Akhirnya tinggal enjoy aj, disini dan saat ini. The only real time & place. menikmati & mensyukuri setiap detik dan nafas yang dijalani, tanpa terbebani oleh penyesalan, guilty feeling, beban masalalu dan sejenisnya. Juga tanpa tertekan oleh tantangan masa depan. tanpa mengkhawatirkan masa depan. jadinya enjoy aja.

dan setiap orang yang udah bisa "ikhlas dan pasrah" maka secara psikologis dengan sendirinya akan terjadi pembersihan pemikiran dan emosi dari hal-hal negativ.

 jadi intinya ikhlas n pasrah itu kalo bahasa AGJ'nya enjoy... cuma itu aja artinya sebenernya. gapake ribet.

"if you are DEPRESSED, you are living in the past. if you are ANXIOUS, you are living in the future. if you are at PEACE, you are living in the present" ~Lao Tzu

Hati-hati dengan "STUPID DISEASE" atau "PENYAKIT GOBLOK".

Gue nemu tulisan tentang "STUPID DISEASE" atau "PENYAKIT GOBLOK".

ini sumbernya, klik ya biar nyambung >>[
gatau ini ilmiah atau ngga, tapi menarik.

terus temen gue yang Hypnotherapist setuju banget dan mendukung teori "STUPID DISEASE" ini. gue juga setuju sih. 

menurut gue kalo disimpulkan "STUPID DISEASE" ini adalah gejala psikologis yang disebabkan oleh "terlalu dominannya emosi negatif yang berasal dari otak kanan terhadap seseorang, sehingga orang tsb tidak bisa menganalisa apa yang sedang terjadi dengan objektif/ tidak bisa berfikir dengan JERNIH".

[ FYI: emosi positif & negatif munculnya dari otak kanan, tapi sayangnya orang yang terkena "penyakit goblok" ini terlalu dikuasai oleh emosi negatif yang muncul dari otak kanannya yang mungkin tanpa disadarinya]. sehingga otak kirinya/logikanya tidak digunakan dalam menganalisa apa yang sedang terjadi, dan hal pantas yg HARUSNYA DILAKUKAN menurut otak kirinya tidak dilakukannya karena orang tersebut terlalu didominasi emosi negatif dari otak kanannya yang mungkin tanpa disadarinya. 

hmmm.. obatnya? menurut gue solusinya cukup disadari aja kalo ."STUPID DISEASE" itu tidak baik dan kita ingin menghilangkannya, atau bisa juga dengan bersikap"RASIONAL" aja, [membuat plan/menganalisa dengan otak kiri dan menjalaninya dengan otak kanan (dgn menggunakan emosi-emosi positif dari otak kanan). begitu kesimpulannya. gabisa lebih heboh lagi.