hallo para pembaca blog gue... gue mau berbagi kisah religius nih, begini kisahnya:
"seperti biasa tiap malem gue selalu shalat tarawih karena sekarang bulan puasa. setiap tarawih gue mengamati ternyata di mesjid ada berbagai macam peran yang diperankan, ada yang berperan sebagai pengkhotbah, biasanya diperankan oleh bapak-bapak yg banyak hapal hadits-hadits dan ayat-ayat alQuran.
ada juga yang berperan menjadi manusia berdosa, biasanya orang-orang ini berdoa dengan khusu' meminta kepada Allah agar kalo udah mati tidak ditangkep malaikat penjaga neraka. *gue udh ngga seperti ini lagi karena gue udah taubat, oh (udah taubat dari zaman firaun)*
tapi kebanyakan orang cuma ikut-ikutan aja, ikut-ikutan beribadah tarawih dengan harapan mendapatkan pahala atau agar dibilang orang bertaqwa oleh sekelilingnya.
Tentu saja itu tidak apa-apa, suka-suka orang. Kalau suka, datanglah.. Kalau tidak suka, tidak usah datang. "ah itu mah urusan orang yang penting gue bebas mengamati" begitu menurut gue.
karena Otak digunakan untuk berpikir, bukan untuk obral bacot tentang keyakinan. menurut mindset kaum "postmodern" Yang namanya "keyakinan" adalah sesuatu yang diyakin-yakinkan. Tidak benar-benar ada. Kalau benar-benar ada, namanya bukan keyakinan, melainkan Ilmu Pengetahuan/Science atau hukum-hukum alam."
oh (kisah religius)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar